Selasa, 24 November 2015

Mi


Allah, tolong jangan sekarang.
Nenekku menyuruhku pulang dari pesantren sore ini. Beliau bilang mimi sakit. Pikiranku langsung tak tenang. Mengajarpun rasanya tak bergairah. Pikiran-pikiran negatif muncul di benakku. Air mataku seolang tak bisa terbendung. Di sela-sela mengajar sesekali aku menyeka air mataku. Sungguh Allah, aku belum siap. Belum siap kehilangan. 

Akhir-akhir ini mimi memamng sering sakit. Tak kuat rasanya melihat tubuh perempuan yang selama ini merawatku terkulai lemah. Ketangguhan mimi menjalani hidup ini membuatku lebih kuat. Beliaulah tempatku bersandar. Mencurahkan segala keluh kesahku. Beliaulah yang selama ini penunjuk arahku tuk melangkah.
Allah, tolong jangan sekarang. Aku belum siap kehilangan. Sembuhkan beliau ya Allah.

Bahumu adalah sandaran di kala pilu
Nasehatmu adalah penunjuk arahku melangkah
Lembut belaianmu adalah kekuatanku di kala lemah
Ibu...
Jangan tinggalkan aku...

di sudut kamar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar