Menyusuri tanah yang diselimuti aspal
Kudengar mesin-mesin hilir mudik berjalan
Cahaya senja menerpa raraiku yang muram
Hitam putih dunia berkumpul disana
Menyatu bersama rindu dan pilu...
Hari mengubah jubahnya
Dari putih jadi hitam
Sehitam tinta gurita
Melebur menyatu bersama deru waktu
Langit langit kamar sisakan memar bekas endapan hujan
Semua penat yang melumat
Menjilat otak yang sekarat
Dasar para penjilat!!!
Tubuhmu hanya seonggok daging yang tak bermanfaat
Bukankah hidup ini memberi tanpa diberi?
Ah sayang jiwaku nyeri
Ingin kubungkam mulut2 yang berbau tambakau
Kusulut saja biar terbakar
Oh Rabbi!
Serba serbi dunia ini mulai menggerogoti hati
Inginku kabur bersama jasad jasad yang tertidur
Gegap gempita dunia sembunyikan luka para nestapa
Tersudutku dalam mendung yang tak berujung
Terhempasku di atas matras batu cadas
Rabbi,
Lembutkanlah!
Lembutkanlah hati kami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar