Bagaimana bisa hujan mengangguku, sedang hatiku selalu riang menyambutnya?
Bulirnya saja kubiarkan menyeka air mata, bagaimana bisa aku menolaknya?
Tidak, sama sekali tidak. Bahkan tak akan pernah.
Hanya saja, kini musim penghujan tak lagi sama.
Ia menyisakan rindu berkepanjangan yang menyiksa.
Bulirnya saja kubiarkan menyeka air mata, bagaimana bisa aku menolaknya?
Tidak, sama sekali tidak. Bahkan tak akan pernah.
Hanya saja, kini musim penghujan tak lagi sama.
Ia menyisakan rindu berkepanjangan yang menyiksa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar